Maskerku Pakaianku, Gerakan Nyata Cegah Pandemi

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Produksi masker kain di Kabupaten Kubu Raya terus berlangsung. Hingga kini, gerakan pembuatan masker secara masif telah menghasilkan sedikitnya 150 ribu masker. Di mana ribuan masker itu dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat. Produksi masker berlangsung secara merata di seluruh desa di Kubu Raya. Dimulai sejak medio Maret 2020 lalu, atau di awal masuknya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di wilayah Kalimantan Barat. Penjahitnya adalah koperasi-koperasi konveksi dan penjahit-penjahit mandiri lokal di setiap desa.  

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan pembuatan masker kain adalah satu di antara langkah nyata yang diambil Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mencegah penularan Covid-19. Penyediaan masker juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kabupaten atas kewajiban pengenaan masker bagi warga. Sekaligus menjadi upaya menghindarkan masyarakat dari kepanikan yang dapat menurunkan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap penyakit. 

“Keadaan negeri sedang abnormal, justru seperti inilah dibutuhkan oleh rakyat kita ini hadir. Kehadiran itu bisa dalam bentuk kebijakan dan langkah-langkah nyata yang bisa dilakukan,” ujar Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Sabtu (8/8). 

Muda mengungkapkan gerakan pembuatan masker kain secara masif telah dilakukan masyarakat Kubu Raya sejak medio Maret 2020 lalu. Jauh sebelum terbitnya surat dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI tertanggal 4 Agustus 2020 perihal Gerakan Setengah Miliar Masker untuk Desa Aman Covid-19. Yang ditujukan untuk seluruh kepala desa di Indonesia. 

“Alhamdulillah, sebelum adanya surat edaran Menteri Desa, desa-desa di Kubu Raya sudah memulainya lebih dulu sejak Maret lalu. Pembuatan masker secara masif dilakukan melalui koperasi konveksi dan koperasi mandiri yang ada di desa-desa dan kecamatan di Kubu Raya,” ujarnya.

Pemakaian masker memang menjadi atensi khusus pemerintah pusat. Presiden Joko Widodo bahkan menginstruksikan langsung kampanye masif memakai masker. Dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional pada Senin 3 Agustus lalu, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan kampanye masif pakai masker dalam dua pekan ke depan. Presiden menginginkan protokol kesehatan dan perubahan perilaku di kalangan masyarakat betul-betul menjadi perhatian. Untuk itu, kampanye perubahan perilaku harus itu dilakukan secara bertahap dan tahap awalnya adalah kampanye memakai masker yang masif.

Muda Mahendrawan menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya komit memastikan semua warga memiliki masker pribadi. Sebab pemakaian masker dapat membantu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Pemerintah kabupaten bahkan membangun pemahaman bahwa saat ini masker telah menjadi bagian dari cara berbusana. Untuk itu, sejak beberapa waktu lalu slogan “maskerku pakaianku” pun digaungkan. Untuk menunjukkan bahwa masker telah melekat dengan pakaian sehari-hari. Bahkan menjadi identitas yang dibawa. 

“Masker nantinya menjadi kebiasaan karena sudah seperti pakaian yang mana setiap orang memilikinya. Inilah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang ternyata diikuti pemerintah pusat dan ini akan terus kita proses dan produksi sampai semua masyarakat punya masker pribadi,” tuturnya. 

Muda bersyukur Kubu Raya termasuk daerah zona risiko rendah. Padahal Kubu Raya merupakan hinterland atau penyangga ibu kota provinsi dengan mobilitas orang dan barang yang tinggi dengan adanya bandara dan terminal internasional. 

“Karena sejak awal pandemi masuk, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sudah langsung berupaya membentengi sebagai resep strategi pencegahan ke warga. Dari Maret lalu, seluruh elemen di Kubu Raya telah luar biasa berjibaku bergerak, kepung bakul bersama hingga seluruh elemen desa. Berjuang mencegah pandemi dengan aksi nyata,” ucapnya menegaskan.

Lebih jauh dia menjelaskan, gerakan “maskerku pakaianku” juga berdampak positif pada pergerakan ekonomi warga. Sebab warga memiliki opsi penghasilan baru dari menjahit masker. Di mana masker-masker yang diproduksi kemudian dibeli oleh pemerintah daerah dengan harga yang wajar dan tidak komersil. 

“Penjahit-penjahit mandiri juga kita akomodir. Dan kita sarankan desa-desa jika di tempatnya ada penjahit bisa membikin masker. Ada yang bisa jahit maka bikinlah,” ucapnya. (rio)

BERITA LAINNYA

  • Selasa, 22 September 2020
Olah Sampah Jadi Biogas
  • Senin, 21 September 2020
MTQ XXVIII, Kubu Raya Peringkat Ketiga

JARINGAN SKPD